Pages

Friday, October 21, 2016

Kodrat untuk Tangis

Seringkali berkata pada diri sendiri, tidak ada gunanya menangis. Orang yang ditangisi tidak akan pernah mendengar atau mau mengerti. Kita cuma membuang waktu. Tapi, bukankah menahan sedih dan sakit dalam sendiri itu lebih membuang dan merusak diri sendiri?

Menangislah. Tuhan menciptakan tangisan bukan karena sebab. Manfaatkan kemurahan Tuhanmu, menangislah. Namun jangan tunjukkan tangismu pada orang lain. Tunjukkan hanya pada dirimu dan Tuhanmu, maka kamu telah menjadi orang yang kuat.

Monday, October 10, 2016

H&M: Officially Opened at Yogyakarta!


Not a big fan of fashion and branded thingy, but I think this one
is worth to tell. It's H&M. Aku kurang tahu bagaimana cara membacanya disini. Eijh en em, atau ha en em, atau mungkin bisa ha dan em. Fyi, H&M adalah kependekan Hennes & Mauritz, line clothing multinasional yang semula lahir di Swedia tahun 1974. Outletnya sendiri sudah merambah di penjuru Asia, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan bahkan Afrika. Brand ambassador untuk line ini adalah David Beckham dan Kevin Hart (yang kemarin sempat berkesan bagiku karena mengisi
suara Snowball di Secret Life of Pet). Masyarakat Jogja histeris atas dibukanya tempat ini. Bahkan sebelum tempatnya resmi dibuka, aku sering memergoki orang bertanya kapan  dibuka, dan detail2 lain pada official yang rajin berjaga. Bahkan booth voucher yang nangkring jauh sebelum toko dibuka resmi juga sering diburu.

Tahu pertama kali saat aku main ke Hartono Mall, sebuah mall yang menurut saya amat besar dan mewah, di utara Jogja. Letaknya strategis, di tepi ringroad utara. So yeah, aku yang tinggal di selatan Jogja, dekat dengan ringroad selatan, mainnya ke utara. Fab. Ini dikarenakan aku punya kelompok bermain game arcade di utara, dan (terpaksa) setia kesana.

Sepanjang aku berada di mall (untuk main dulu 2 jam, haha) aku melihat banyak orang lalu lalang dengan shopping bag putih beraksen merah. Waw nggak terbayang berapa puluh orang yang mengunjunginya dalam hari itu. Tidak sulit menemukan H&M. Dari parkiran basement, tinggal naik dua lantai dan voila, dia tepat berada di samping eskalator (jika naik dari eskalator depan Hypermart). Tempatnya panjang dan sparkling, dengan interior putih dan lampu yang gemerlap. Aku datang saat hari Minggu, dan bayangkan betapa riuhnya disana.


Pintu masuknya dijaga oleh security yang kece. Tidak tanggung, para pramuniaganya sepertinya juga diberi kebebasan untuk berekspresi dalam fashion. Dengan default polo shirt merah, mereka bebas mempadu padankan dengan helaian kain yang lain. Tidak  hanya attire, servis mereka juga tanggap dan cepat dalam menangani produk yang sekedar berantakan atau out of stock. Jujur, saya memuji manajemennya. Tidak hanya pramuniaga yang meriah, seorang FDJ sedang meliuk-liuk ditengah toko, memberikan atmosfir trendy. Orang jadi penuh semangat dalam mengarungi toko. Entah ini berlaku juga saat weekday atau tidak.

Antusias masyarakat atas H&M

Koleksinya jangan ditanya. Untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa tersedia disini. Mulai dari kaos kaki hingga topi, H&M berhasil memberikan pilihan yang luas. Desainnya
kerap unusual, namun tetap berkelas. Ada yang minimalis modern, tapi tidak membosankan. Well aku tidak bisa mengungkapkan dengan benar karena memang bukan orang fashion dan tidak paham terminologi fashion, lol.

Vouchernya sendiri memiliki sistem beli. Dan well, hanya untuk nasabah bank BCA. pembelian dengan kartu kredit BCA akan mendapatkan potongan harga 100ribu, dengan pembelian minimal 500.000. Sementara kalau pegang debit BCA, hanya dapat potongan 10% saja. Ini kesempatan yang bagus untuk sahabat BCA sekalian.
Voucher dapat dibeli di depan toko

Untuk opening celebration, H&M Hartono Mall Yogyakatta memberikan penawaran harga istimewa. Kurang tahu sampai kapan, namun outletnya sendiri baru dibuka kurang dari seminggu ini, jadi sepertinya ada harapan bahwa promonya akan berlangsung lama. Happy shopping!

Wednesday, October 5, 2016

Hangat Bajigur di Rintik Riuh Jogja


Bicara soal kepindahan sementara saya ke Jogja untuk studi, saya sempat tertawa saat mereka punya kata2 kotor "bajigur" karena itu adalah sebutan makanan. Lebih tepatnya minuman khas Jawa Tengah. Bajigur, atau cimoy, merupakan minuman tradisional hangat berwarna kecoklatan dengan potongan kolang-kaling, kelapa muda, dan roti tawar. Manisnya gula jawa merebak di lidah, menjadikan bajigur sebagai teman disaat hujan yang paling berada.


Jujur saya belum tahu bagaimana rasa dan bentuk sesungguhnya dari bajigur. Serta apa dosanya, hingga dijadikan bahan umpatan. Meski banyak yang bilang bajigur gampang ditemui, nyatanya tidak ada warung yang menyediakannya. Beruntung saya tukang ngluyur malam, saya jadi menemukan bahwa di dekat kampus saya ada angkringan  (gerobak makanan lengkap dengan kursi panjang dan menu2 sederhana) yang menjual bajigur disaat malam. Jadwal angkringan ini sangat random. Saya kerap menemukannya tidak berjualan, namun saat sudah standby, angkringan ini cukup banyak peminatnya.


Tidak ada menu minuman selain bajigur, angkringan ini tidak mengecewakan. Makanan yang dijual variatif. Sate ayam, sate usus, sate telor, bacem tahu tempe, aneka gorengan, dan beberapa jenis kerupuk. Nasi kucing (nasi bungkus dengan porsi sedikit dan sejumput topping) yang dijual meliputi nasi tempe, nasi sambal teri, dan nasi usus. Kadang juga ia menjual mie kucing. Begitu saya menyebutnya karena porsinya yang kecil dan dibungkus sama seperti nasi kucing. Sangat sederhana, namun ada yang istimewa.

Yoyakarta jarang mengolah usus. Mungkin itu yang saya dan
rekan, yang berasal dari Jawa Timur, mengeluh. Banyak-banyak usus hanya kami temukan dalam bentuk sate, dan berada di angkringan-angkringan. Namun di angkringan dekat kampus saya ini, nasi kucing ususnya istimewa. Tidak kering seperti angkringan yang lain, ususnya dibumbu agak basah, dengan rasa yang amat mirip seperti kare. Bukan seperti kare-kare Jogja yang mild, karenya lebih ke rempah yang kuat dan sedikit pedas. Tidak seperti Jogja yang terkenal masakannya manis dan mild, banyak orang memburu nasi usus disana. Bahkan partner saya bisa makan 3 atau 4 bungkus sekali datang!

Saya bukan tipe yang suka datang ke angkringan, karena kerap dijadikan tempat nongkrong laki-laki berkerumun. Well yes, saya takut dengan lelaki. Bahkan saya pernah digoda juga di angkringan, membuat saya akhirnya tidak nafsu makan. Tapi suatu sore, saya melihat seorang gadis remaja dan seorang bapak tua mendorong gerobak angkringan ditengah gerimis. Saya ingat keduanya merupakan pemilik angkringan bajigur dekat kampus yang pernah saya datangi karena penasaran dengan bajigur. Kedua orang ini menunggui angkringan hingga larut malam. Saya sempat khawatir dengan kondisi bapak tua yang sudah gemetar saat menyodorkan gelas, dan bagaimana si remaja bisa belajar dan konsentrasi sekolah jika harus seperti ini. Mungkin inilah yang mendorong kuat saya untuk terus membeli disana. Mendorong UKM, begitu yang saya kerap kali bilang ke teman-teman. Well, tapi ndak menyesal karena disana memang enak dan tidak mengecewakan. Namun sudah beberapa bulan ini kedua orang itu tidak lagi tampak. Berganti dengan bapak-bapak yang suka mengenakan topi. Ingin bertanya namun tidak enak, mungkin menunggu kesempatan.

Angkringan ini aktif sehabis maghrib-isya, dan setahu saya pukul 11 malam dia masih aktif. Dia berada di sebuah tenda kembar, bersebelahan dengan warung rica-rica (yang jadwalnya juga random hahaha). Berada kurang lebih 200 meter ke selatan dari Plengkung Gading, angkringan ini ditutupi dengan baliho BAJIGUR = CIMOY berwarna hijau. Dia tepat berada di seberang kantor UV INDO.

Sempatkan diri anda mampir dan menikmati syahdunya suasana Jogja dari kesederhanaan.
Lokasi angkringan dengan tanda X

Sunday, June 19, 2016

Siksa Batinmu Selama Mungkin

Seringkali berkata pada diri sendiri, tidak ada gunanya menangis. Orang yang ditangisi tidak akan pernah mendengar atau mau mengerti. Kita cuma membuang waktu. Tapi, bukankah menahan sedih dan sakit dalam sendiri itu lebih membuang dan merusak diri sendiri?

Tuesday, June 14, 2016

Babbling about Love at June


It's funny how I got inspired by a shounen-ai manga for this time. Yes, rather than normal-love-story. Always. Lol. Memiliki lover, atau crush, memang sebuah berkah. Apalagi jika dia juga menerimamu apa adanya, merengkuh dengan hangat semua keburukanmu, dan bersama mencari jalan. Tidak salah satu yang harus berjuang dan merengek, tapi memang keduanya. Itulah inti dari cinta fana manusia.

Menjadi pemuja feminis --yang mana aku belum bisa bilang aku sudah menjadi seorang aktivisnya-- di benak ini selalu berputar fakta bahwa pria itu selevel dengan kita, atau setidaknya dibawah kita. Paradigma ini membawaku bertingkah egois jika dihadapkan dengan pria. Aku berhak menuntut mereka, mencaci mereka, dan saat ada kesempatan dan posisi, aku harus membeei pelajaran terpahit dalam hidup mereka. Menelusuri bagaimana ini semua bermula, Sigmund Freud mungkin sudah memberikan jawaban yang logis; tersakiti di masa lalu, tertumpuk di alam bawah sadar, dan boom. Tidak ada lagi rasa belas kasihan untuk pria.

Sayangnya rasa sakit ini tidak hanya berasal dari masa lalu. Masa sekarang, atau present, juga memberikan banyak masukan negatif terkait anxious terhadap pria. Semakin lama, keraknya tidak semakin bersih, namun bertambah. Masih belum menemukan cara berdamai dengan diri sendiri, namun pelampiasan terhadap objek di realita itu menyenangkan. Sebut saja bantal, facebook, dan kertas serta pensil. Paling parahnya lagi, saat ada pria yang terang-terangan menyukaimu, dengan sengaja dan bahagia kamu menjatuhkan mereka dengan penolakan, dan membuat mereka merenungi lagi akan makna kehidupan. Itu jahat, tapi sudah terjadi dan tidak bisa ditarik kembali.

Tapi ada masa dimana saat kamu menangis tersedu-sedu akan buramnya masa depan, pria ini tidak bertanya apapun dan segera reflek memeluk. Muncul dari persahabatan dan berjalan sebagai pria yang mencinta, ketulusannya memberikan pandangan baru bahwa semua akan baik-baik saja. Semua pasti akan baik-baik saja saat kita bersama. Selamanya akan begitu. Pernahkah kala kita luar biasa naik pitam dan hanya dengan dua-tiga patah kata menjadi sangat tenang dan menjadi orang paling beruntung di dunia? I was. Namun sekali lagi, semua harapan dan ketulusan itu runtuh. Bak pondasi rumah yang sudah mulai dibangun, hancur begitu saja dan tidak akan lagi dilanjutkan pembangunannya. Developernya memilih mencari tanah baru untuk membangun rumah baru. I wonder apakah dia sudah mendapatkan lahannya? Karena aku belum.

Writing this crap really exhaust me.

But I keep continue.

Aku selalu suka aroma butter dari kue yang matang. Manis dan menggugah, tapi memuakkan saat berlebihan. Bau hujan juga menyegarkan, namun entah kenapa membuat hidung terasa hambar jika terlalu lama. Tapi bau khas dari lawan jenis, entah ini selalu membuat nyaman. No, no, aku tidak membahas body odor. Tapi lebih ke bau khas, seperti bau bayi yang memang khas. Mereka bilang bayi memiliki bau nyaman karena mereka tidak punya dosa. Sementara aku, berkata dengan lembut, bahwa kau memiliki bau yang menenangkan karena cinta.

Meski sedekat apapun dengan pria, saat dia menjadi sahabat, aku tidak pernah tertarik dengan baunya. Tapi saat aku mencinta, berada di dekatnya seperti berada di kasur. Wait what. No no, maksudku bukan seperti itu. Lebih pada betapa nyamannya diriku, seakan aku bisa terus berdampingan tanpa memikirkan yang lain.

But yea, guess what, itu cuma wacana. Aku pada akhirnya tidak bisa tidak memikirkan hal yang lain. Cinta butuh pengorbanan, butuh perjuangan, dan butuh konflik. Aku bisa terus mencinta, tapi aku tidak bisa bersama. Tidak ada yang namanya kebahagiaan selamanya. Yang bisa dilakukan hanyalah merana, namun aku tidak mau jadi pengemis. Kita semua kuat. Wanita adalah sosok yang paling kuat. Kita bisa menjinakkan singa dengan lemah lembut, kita bisa menaklukkan gajah dengan cinta kasih. Tidak perlu menghilangkan kewanitaanmu untuk menjadi perkasa. Kita sudah perkasa dari dalam.


Saturday, March 26, 2016

Review: PIXY and Me: Unforgettable Presents

Nah, I'm not beauty blogger. I'm just a plain little girl (wat) with so many things on my head! Make up-an hanya saat acara tertentu saja, seperti cosplay atau kondangan. Lucky me, dalam salah satu kompetisi cosplay yang saya ikuti, berhasil meraih peringkat dua dan mendapatkan bingkisan yang menarik; sepaket kosmetik PIXY dan body treatment milik GATSBY. Mungkin ini bisa dikatakan salah satu hadiah terindah dalam jam terbang saya *lol*

Perlengkapan Gatsby-nya tentu tidak saya gunakan, namun saya berikan pada rekan. Terlalu maskulin, dan saya sudah setia dengan beberapa produk perawatan tubuh yang lain. Untuk PIXY jangan tanya. Saya segera menggunakannya sehari setelah membuka bingkisannya. Ada toner, bb cream, bedak, blush on, mascara, dan lipstik.

Muka saya yang berminyak cenderung membuat saya terlalu pilih-pilih kosmetik. Namun untuk Pixy, tidak banyak keluhan yang saya tumpahkan disini.
di foto ini menggunakan semua produk pixy yang tertera dibawah, 
namun untuk eyeliner menggunakan Maybelline *lol*

~PIXY BB CREAM~
Banyak yang sharing ke saya bahwa mereka cocok dengan bb cream satu ini. So do I, karena tidak membuat wajah saya semakin berminyak seperti produk bb cream komersil lain yang sebelumnya saya gunakan. Sangat awet, bahkan saat saya buat berkegiatan seharian, bb cream ini masih menempel (meski tidak 100%, ya) di wajah saya yang berminyak. Tidak menggumpal parah dan relatif nyaman, saya mulai menjatuhkan pilihan bb cream Pixy untuk seterusnya

~PIXY COMPACT POWDER PURE FINISH~
Selain untuk daily, saya juga menggunakan bedak lembut ini untuk finishing touch make-up formal (seperti untuk kondangan, dll) Bedaknya lembut dan halus. Daya tutupnya rata dan mulus, sehingga tidak begitu terlihat seperti menggunakan bedak saat saya mengaplikasikannya ke wajah. Namun mungkin karena wajah saya yang berminyak, bedak ini bertahan 2-3 jam saya untuk aktivitas outdoor (berkendara, hangout diluar, dsb) Kecuali jika dikombinasikan dengan pixy bb cream, bisa bertahan hingga 4 jam, dengan kondisi kulit saya. 

 
  ~PIXY BLUSH ON~
Blush on saya 3,5 gram dengan kode Innocent Pink 01. Warnanya sangat soft, dan saat diaplikasikan, tidak mencolok dan memberikan rona lembut yang natural. Sangat cocok untuk makeup sehari-hari dan natural. Sejak mendapatkannya, saya jadi lebih sering ber blush-on ria untuk makeup daily dan mendapat pujian dari teman dekat  (♥_♥ ) ~♪




~PIXY VOLUMIZING WATERPROOF MASCARA~
Benar-benar membuat bulu mata semakin berisi, tebal, dan tahan air! Saya selalu menggunakannya, bahkan saat hujan. Dan ya, benar-benar waterproof! Warna hitam pekat dan efeknya masih bertahan dengan baik. Mascara ini mempunyai 2 sisi sikat. Penggunaan pertama, pulas bulu mata dengan sikat pendek. Tahap kedua, pulas dengan sikat panjang. Hasilnya benar-benar menakjubkan dan bertahan seharian. Sangat rekomen untuk anda sekalian yang aktif dan dinamis.



~PIXY SILKY FIT LIPSTICK~

Kode 203 Rosy Pink Satin yang saya gunakan memiliki warna yang soft-mendekati nude- dan memiliki kilau yang sesuai namanya, satin. Kilaunya tidak over, namun memberikan kesan bibir yang sehat dan segar. Biasanya lipstik ini saya jadikan dasaran untuk gradasi lipstik warna merah, sehingga menimbulkan kesan ombre yang natural dan segar. Tidak begitu bertahan lama saat dibuat aktivitas outdoor, jadi dibutuhkan retouch selama 2-3 jam dan sehabis makan/minum.


****

Overall saya sangat puas dengan Pixy "pink series" (begitu saya menyebutnya karena wadahnya yang pink feminim dan cantik) dan akan terus memasukkannya dalam koleksi makeup saya. Memang belum mencoba semua produknya, karena inipun juga hadiah (hehehe) dan review ini sedikit banyak saya persembahkan untuk Pixy sebagai ucapan terima kasih karena begitu murah hati memberikan sepaket kosmetiknya.

>>> LIFE HACKS!!

Terburu-buru atau tidak memiliki banyak peralatan make up dalam satu kantong? Jangan kuatir, ada banyak cara untuk tampil beda dengan beberapa life-hacks berikut. Mungkin sudah amat biasa, namun ternyata banyak juga yang belum tahu. Cara-cara ini sudah dijamin berhasil karena saya juga menggunakannya sehari-hari hehe~

LIPSTICK: PULAS DI BIBIR DAN PIPI!
Selain di bibir, lipstick juga bisa menjadi blush on tahan lama yang nyaman. Cukup buat dua atau tiga titik di tulang pipi dengan lipstik, kemudian ratakan dengan tangan. Jika merasa warnanya terlalu mencolok, timpa tipis dengan bedak tabur.



blush on cantik dari lipstik Oriflame

MASCARA: BULU MATA DAN ALIS NATURAL
Jujur saya bukan pengikut trend makeup. Saya bermakeup untuk kelihatan 'sekedar' segar, jadi tidak suka juga jika harus bangun pagi dan ribet berjam-jam memulas wajah hehehe. Mascara selain untuk melentikkan bulu mata, juga bisa digunakan untuk menyegarkan alis, terutama saya yang juga memiliki alis yang samar-samar. Memang tidak bisa menjadikannya tegas, namun setidaknya membantu terlihat segar dan natural.

 Sebenarnya masih banyak life hacks yang dapat dilakukan untuk menghemat waktu dan biaya, tentunya. Namun yang selalu saya lakukan sudah terpapar disini, dan bisa diaplikasikan juga untuk pembaca. Jangan sungkan untuk memberikan komentar dan masukan terkait apa yang saya bahas disini. Have a nice day~


Wednesday, February 24, 2016

Dewasa itu Membunuh Dirimu yang Lain Pelan-pelan

Tadi malam kuputuskan untuk sedikit produktif; melanjutkan cerita fiksi yang kubuat sejak tahun 2014, daripada bermain game. Sudah lama aku tidak menyentuhnya, maupun cerita-cerita fiksi lain yang kubuat. Semua menggantung begitu saja, kehilangan kekuatan dan hasratnya di pikiranku. Aku terasa kaku dalam mengetik, bahkan melanjutkan cerita yang notabene memang mengalir begitu saja. Serial itu memang kudeklarasikan sebagai serial hura-hura belaka, dimana alurnya benar-benar flowing like a river, tidak peduli bagaimana plotnya, pengembangan karakternya, itu hanya murni slice of life yang dibuat berdasarkan hatiku. Untuk refreshing dari segala kepenatan, begitu motivasi awalnya.

Tidak sampai satu paragraf, aku sudah kesulitan. Tidak hanya memilih kata-kata yang tepat, namun juga alurnya. Kubaca lagi fiksi 50 halaman tersebut dari awal. Dengan tertawa-tawa kecil sekilas dan mengimajinasikan adegannya, aku berhasil menangkap alurnya dengan indah. Tapi untuk melanjutkannya, aku gagap. Tanganku kaku, otakku kosong. Disaat itulah aku merenungi lifetime, dimana dulu dari SD hingga SMA selalu mengikuti lomba menulis, cerpen, dan cipta puisi, hingga berhasil memborong piala yang banyak-banyak dipajang di sekolah yang haus penghargaan. Sekarang, kenapa untuk menulis saja aku perlu berpikir keras? Mengetik, menghapus, lalu mengetik lagi, menghapus lagi. Aku merasa tertekan. Aku bukan lagi sosok yang penuh imajinasi dan keluwesan.

Apa yang membuatku seperti ini? Imajinasiku rusak? Kemampuan analitikku hancur? Aku tidak mungkin menyalahkan kesibukan kuliah magisterku. Itu terlalu pengecut. Lelah mental, mungkin? Atau memang benar seperti kata om dan tante saat mereka berkumpul dan berdiskusi, bahwa, “orang dewasa itu membosankan.”

Kita semua seperti itu. Terjebak formalitas dan rutinitas, sehingga lupa akan apa arti ekspresi. Jalur spontanitas kita terhambat, terganti oleh pikiran-pikiran penuh rencana dan kalkulatif. Jika membuka blog ini dari awal terbentuknya, pastilah pembaca tidak percaya, apa benaryang menulis ini orang yang sama? Totally different. Yes. Zaman dulu masalah yang diangkat mungkin seputar makanan, curhatan labil, tempat menarik, event hura-hura. Bahasa yang dipakai juga sangat kekanakan dan tidak teratur, penuh emosi yang dilebih-lebihkan dan haus akan perhatian. Aku masih begitu, namun dalam bungkus yang berbeda. Tapi setelah introspeksi diri dan menengok diriku saat ini, pikiranku menolak deklarasi dua detik yang lalu tersebut. Saya mungkin masih begitu. Mungkin, atau tidak sama sekali. Saya adalah orang yang berbeda.

Lihatlah, dari menulis ‘aku’ menjadi ‘saya’, apakah ini sudah merupakan bentuk dualisme dalam satu pribadi? Saya tidak membuat-buatnya. Pikiran saya yang mengontrolnya.

Dewasa adalah dunia dimana yang satu membunuh yang lain. Dimana masalah dan pemikiran yang masuk pada setiap kali kata ‘happy birthday’ terucap akan bertambah berat. Dimana manajemen hati yang buruk akan mengakibatkan luka fatal. Jangan salahkan orang tuamu atau gurumu, tolol. Mengapa seiring orang tumbuh dewasa, menemukan keganjilan dalam diri, mereka akan sepenuhnya menyalahkan orang tua maupun gurunya? Ya memang pasti mereka punya salah karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup atau melakukan kesalahan. Namun lagi-lagi, andaikata anda-anda sekalian ini berhenti mengeluh dan menyalahkan, kemudian mencari solusi atas masalah anda sendiri, dengan kemampuan anda sendiri sebagai orang dewasa, apakah itu tidak merupakan sebuah mukjizat?

Orang kerap bertanya apa itu mukjizat, apakah ada mukjizat? Saya jawab masih. Mukjizat bagi saya ada di setiap hal, baik kecil maupun besar. Itulah cara saya mensyukuri hidup dan hidup dengan (cukup) damai. Kita jatuh dan berdiri lagi sendiri dan masih tetap bisa berjalan dengan enteng, apa itu tidak sebuah mukjizat? Dimana di tempat lain, ada seseorang yang jatuh dengan posisi tertentu sehingga mengalami cacat. Kita harus pandai bersyukur, melihat semua dengan kacamata positif. Kalaupun kesusahan, yakinlah ada hikmah atau cerita yang menarik menunggu. Dalam novel fiksi, seorang tokoh utama akan mengalami banyak derita dan konflik sebelum mencapai happy end, bukan?

Namun begitulah, sekali lagi kita yang mengaku dewasa ini, realitanya hanya sekumpulan pabrik. Penghasil fitnah dan cemoohan, juga pujian dan santunan. Kita lupa bagaimana rasanya menjadi manusia seutuhnya, manusia yang hadir sebagai pemelihara dan inovator kehidupan. Rutinitas membunuhmu. Itulah kenapa prinsip saya, setiap hari harus ada sesuatu yang baru. Entah itu mencoba warung baru, kafe baru, destinasi jalan sore baru, pemandangan toko maupun alam yang baru, bahkan topik pembicaraan yang baru. Dengan itu saya bisa menjaga apa yang baik dalam diri saya.

Mari kita hidupkan lagi apa yang sudah mati dalam diri kita. Kita semua adalah tuhan dari kalbu kita.