Lucu sekali mencoba sejam dua jam mengotak-atik blog agar mendapatkan facebook comment plugin lol. Dengan tujuan, mendapatkan banyak masukan lagi. Zaman sekarang, siapa sih yang nggak pakai Facebook? Dengan menautkan blog ke Facebook, tentu teman-teman yang tidak punya akun Blogger atau G+ (atau memang sekedar malas) akan lebih proaktif. Menautkan komentar semudah update status, yang banyak dari kita lakukan secara daily, yea.
BUT WELL.... saya hampir berhasil, but pada akhirnya gagal juga akakakak. Mungkin saya yang kurang sabar atau memang html code saya agak gak keruan. Padahal mengingat dulu, zaman SMP saya sangat freak utak-atik html code simpel. Sekarang semua menguap begitu saja.
LOOK AT IT! Pojok kiri atas! Pluginnya melayang di tempat yang salah. Lmao. Sepertinya cukup untuk petualangan kali ini. Besok-besok mencoba lagi lol.
Saturday, November 12, 2016
Wednesday, November 9, 2016
New World Order: Saya Setuju
Aku sedikit banyak mendukung rencana kerja New World Order. Ya, perkumpulan yang kalian benci dan sudut-sudutkan sebagai penjahat dunia. But sshh, setiap perkataan punya alasan. Dan aku punya alasanku tersendiri. Aku bukan fans mereka, atau murni mendukung kebenaran yang dijungjung oleh mereka. But hey, mari kita berdiskusi dari hati ke hati, melihat sesuatu tidak dari satu perspektif.
Pernah mengecek news feed medsos, atau ikut grup jual beli online, kemudian segera ilfeel saat melihat seseorang memposting atau merespon sesuatu dengan liar, yang amat out of topic? Tentu sering. Sebagai contoh, seseorang berjualan baju dalam wanita, namun kolom komentar penuh berisi pria-pria dengan kalimat-kalimat iseng dan bodoh. Atau artikel yang membahas tentang prestasi seorag pemimpin dari ras minoritas, namun dipenuhi komentar SARA dan membawa pasal serta ayat-ayat kitab suci tertentu yang sebenarnya ndak ada hubungannya sama sekali? It’s all trashy. You may say, stupidity.
Tidak ada yang bisa disalahkan dari hal ini. Setiap orang merdeka untuk mengutarakan isi kepalanya. Atau memang sesungguhnya tidak ada isinya, hanya angin semata berputar disana, membusuk dan keluar sebagai angin bau. Terlalu sok jika sepenuhnya menyalahkan pola pendidikan formal. Sepintar-pintarnya anak di sekolah. Jikalau saat pulang kerumah dia menyaksikan ibunya membuang sampah di sungai atau ayahnya melempar sperma sembarangan, tetap saja anak ini akan menjadi gumpalan kerusuhan
Kumuh. Rusuh. Ndak bisa berpikir positif. Bumi sudah semakin menua, manusia semakin manja. Seleksi alam tidak lagi berjalan aktif. Yang bekerja keras bisa dikalahkan oleh yang malas hanya karena tumpukan uang. Yang jujur ditebas oleh manipulasi, membuat kejujuran menjadi tabiat langka. Hilang sudah ingatan kita semua akan buku-buku PMP, PPKn, Budi Pekerti. Formalitas hanya formalitas. Guru tetap menjadi pahlawan tak terlihat jasa.
Saat kita tengah hura-hura melempar kata-kata kotor dan bertengkar bersama, para petinggi, filsafat, dan ilmuwan melihat kita dengan tertawa. Mengapa menyia-nyiakan energi dan kemahabesaran otak untuk hal seperti itu. Kita tidak ubahnya kotoran yang bandel, berlarian di kaca mobil. Mengganggu pandangan, membawa pada kecelakaan. Selalu seperti itu. Apa yang bisa membawa kita pada keseimbangan? Sekali lagi, seleksi alam.
.
.
.
Aku malas melanjutkan karena pasti akan timbul salah paham. Entah mengapa, selalu banyak yang tidak menangkap penjelasanku dengan baik, dan mengatai aku radikal, blebleble. Darisitu sendiri aku sudah mengambil teori seleksi alam. Aku bisa berteman baik dan intens hanya dengan orang-orang yang bisa memahami essaiku, atau bahkan mencerna dan memantulkannya dengan baik. New World Order bekerja dengan cara yang sama. Degenerasi otak, bermain kode acak, manipulasi, semua itu untuk melakukan seleksi. Tidak ada gunanya sampah berserakan di jalan. Kita semua sampah. Kita harus segera bergegas ke liang kubur dengan sadar.
Bagaimana agar diri tidak menjadi sampah? Belajar dengan giat, menjadi lunatic, memuja rasionalism? No. Jadilah pribadi yang berguna untuk orang lain secara positif. Hormati tanaman, sayangi hewan, jaga lingkungan. Jangan enggan untuk menghardik orang yang membuang sampah sembarangan, menerobos lalu lintas, atau tidak mau antri. Aku pernah membuat seorang anak kecil menangis karena aku menyuruhnya antri. Tidak ada penyesalan. Seperti yang kita tahu, bangsa kita bangsa yang bebal dan sulit dinasehati.
Merengek dan meminta sudah biasa, kita lupa kalau punya harga diri. Jadi, coba lihat dirimu, apa kabar harga diri dan justice? Kalau mau merubah nasib dan dunia, rubahlah diri kita sendiri terlebih dahulu.
Pernah mengecek news feed medsos, atau ikut grup jual beli online, kemudian segera ilfeel saat melihat seseorang memposting atau merespon sesuatu dengan liar, yang amat out of topic? Tentu sering. Sebagai contoh, seseorang berjualan baju dalam wanita, namun kolom komentar penuh berisi pria-pria dengan kalimat-kalimat iseng dan bodoh. Atau artikel yang membahas tentang prestasi seorag pemimpin dari ras minoritas, namun dipenuhi komentar SARA dan membawa pasal serta ayat-ayat kitab suci tertentu yang sebenarnya ndak ada hubungannya sama sekali? It’s all trashy. You may say, stupidity.
Tidak ada yang bisa disalahkan dari hal ini. Setiap orang merdeka untuk mengutarakan isi kepalanya. Atau memang sesungguhnya tidak ada isinya, hanya angin semata berputar disana, membusuk dan keluar sebagai angin bau. Terlalu sok jika sepenuhnya menyalahkan pola pendidikan formal. Sepintar-pintarnya anak di sekolah. Jikalau saat pulang kerumah dia menyaksikan ibunya membuang sampah di sungai atau ayahnya melempar sperma sembarangan, tetap saja anak ini akan menjadi gumpalan kerusuhan
Kumuh. Rusuh. Ndak bisa berpikir positif. Bumi sudah semakin menua, manusia semakin manja. Seleksi alam tidak lagi berjalan aktif. Yang bekerja keras bisa dikalahkan oleh yang malas hanya karena tumpukan uang. Yang jujur ditebas oleh manipulasi, membuat kejujuran menjadi tabiat langka. Hilang sudah ingatan kita semua akan buku-buku PMP, PPKn, Budi Pekerti. Formalitas hanya formalitas. Guru tetap menjadi pahlawan tak terlihat jasa.
Saat kita tengah hura-hura melempar kata-kata kotor dan bertengkar bersama, para petinggi, filsafat, dan ilmuwan melihat kita dengan tertawa. Mengapa menyia-nyiakan energi dan kemahabesaran otak untuk hal seperti itu. Kita tidak ubahnya kotoran yang bandel, berlarian di kaca mobil. Mengganggu pandangan, membawa pada kecelakaan. Selalu seperti itu. Apa yang bisa membawa kita pada keseimbangan? Sekali lagi, seleksi alam.
.
.
.
Aku malas melanjutkan karena pasti akan timbul salah paham. Entah mengapa, selalu banyak yang tidak menangkap penjelasanku dengan baik, dan mengatai aku radikal, blebleble. Darisitu sendiri aku sudah mengambil teori seleksi alam. Aku bisa berteman baik dan intens hanya dengan orang-orang yang bisa memahami essaiku, atau bahkan mencerna dan memantulkannya dengan baik. New World Order bekerja dengan cara yang sama. Degenerasi otak, bermain kode acak, manipulasi, semua itu untuk melakukan seleksi. Tidak ada gunanya sampah berserakan di jalan. Kita semua sampah. Kita harus segera bergegas ke liang kubur dengan sadar.
Bagaimana agar diri tidak menjadi sampah? Belajar dengan giat, menjadi lunatic, memuja rasionalism? No. Jadilah pribadi yang berguna untuk orang lain secara positif. Hormati tanaman, sayangi hewan, jaga lingkungan. Jangan enggan untuk menghardik orang yang membuang sampah sembarangan, menerobos lalu lintas, atau tidak mau antri. Aku pernah membuat seorang anak kecil menangis karena aku menyuruhnya antri. Tidak ada penyesalan. Seperti yang kita tahu, bangsa kita bangsa yang bebal dan sulit dinasehati.
Merengek dan meminta sudah biasa, kita lupa kalau punya harga diri. Jadi, coba lihat dirimu, apa kabar harga diri dan justice? Kalau mau merubah nasib dan dunia, rubahlah diri kita sendiri terlebih dahulu.
Monday, October 24, 2016
The Warm Emina: Jatuh Cinta pada Pulasan Pertama
Baru kenal dengan Emina saat baru pindah ke Jogja. Lebih tepatnya juga mungkin baru dua atau tiga bulan saya tahu Emina. Ini gara-gara main ke salah satu mall di daerah utara Jogja. Cukup berjarak karena saya tinggal di selatan Jogja dan nekat hura-hura kesana. Seperti biasa, saya malu-malu untuk menghampiri tenant yang berbentuk stall mini berwarna pastel
tersebut. Stall apapun, terutama make up, seakan-akan membuat saya yang biasanya reckless ini menjadi ciut.
Akhirnya baru berani menghampiri saat dua teman dari kota sebelah datang dan minta ditemani ke stand emina. Kalau ramai-ramai begini tentu bisa lebih nyaman, dan ternyata spg emina (disebut Emina Girls) di tenant Hartono ini sangat ramah. Tidak seperti spg make up yang biasanya terkesan judgmental (sorry lol), Emina Girls cabang Hartono Mall sangat hangat. Dia juga memberikan saran dengan humble, seakan seperti kakak sendiri. Akhirnya para pelanggan menjadi lebih nyaman saat mencoba dan bertanya-tanya produk. Saya yang biasanya sangat berhati-hati dalam testing make up, disana menjadi luwes lepas, karena Emina Girls justru menyuruh saya untuk mencoba produknya langsung. Seperti eyeshadow ya silahkan dicoba di mata langsung, lipstiknya langsung di bibir, dan sebagainya. Mereka tidak memaksa dan sentimen, itu membuat saya dan teman-teman semakin membuka diri dan akhirnya mengenal baik produk-produk Emina.
Emina menarget para gadis muda untuk produknya. Dimana gadis-gadis ini masih awam dengan makeup, atau belum berani mengenakan makeup secara bold. Lepaskan Kylie Jenner, dia bukan patokan untuk bermakeup segar ala gadis muda. Be fresh and sweet, mungkin itu yang Emina gaungkan. Jadi tidak heran bedaknya sangat ringan, warna lipstik dan eyeshadownya juga pastel lembut. Cocok untuk digunakan sehari-hari seperti kuliah, kantor, atau hangout. Saya pribadi sangat klop dengan prinsip ini dan menjadikan lipstiknya senjata utama hampir setiap hari. Emina Girls juga lah yang memberi saya saran tentang warna lipstik yang cocok, sehingga wajah tampak segar bahkan tanpa
bedak sekalipun!
Untuk menunjang target pasarnya, Emina mematok harga yang sangat friendly. Sebagai contoh, salah satu produk lipstiknya yang saya gunakan sehari-hari, seri Creme de la Creme, hanya berkisar 30ribuan. Lipstik ini memiliki warna yang pekat, sekali pulas saja sudah dapat menutup dengan sempurna. Moisturizernya juga tinggi sehingga tidak membuat bibir kering
pada saat maupun sesudah pemakaian. Creamy namun tidak glosssy, seri Creme de la Creme ini cocok untuk daily use, bahkan kuliah sekalipun. Pada saat saya buru-buru dan tidak punya banyak waktu untuk memulas wajah, lipstik ini menjadi andalan. Dengan cermin kecil ditutupnya, rasanya bisa memulas dimanapun dan kapanpun ♡
Produk kedua yang saya miliki dari Emina adalah eyeliner crayon. EYEDO! merupakan eyeliner crayon dari Emina dengan tekstur yang pekat, pigmented, dan awet. Pengaplikasiannya juga terasa lembut dan nyaman di mata, cocok untuk anda yang sensitif atau memang belum terbiasa (dan belum pernah) menggunakan eyeliner pensil/crayon. Sebagai gadis aktif, eyeliner seperti ini sangat dibutuhkan. Keringat dan kondisi cuaca yang ekstrim (panas berlebih, hujan) tidak banyak merubah pulasannya di mata saya. Spesialnya, jika salah pulas atau ingin smudging, EYEDO! memiliki 'spons' di sisi lain pennya, berbentuk seperti ujung pensil yang tumpul dan lembut. Cukup pulas di bagian yang diinginkan, sama seperti penghapus karet dan pensil di kertas. Tekan agak tegas jika ingin menghapus, atau baur pelan-pelan jika ingin smudge. Dengan cara ini, EYEDO! bisa bertindak sebagai eyeshadow ♡
Mungkin karena masih tergolong baru, Emina memberikan bonus dengan syarat jumlah pembelian tertentu. Entah ini juga berlaku di tenant lain atau tidak, kemarin saya dapat sampel produk suncreen-nya. Mungkin ini hidayah juga, karena saya tidak pernah pakai sunscreen. Pakaipun hanya saat renang saja, dan itupun kalau tidak lupa bawa *lol* Formula sunscreennya cukup ringan dan meresap dengan baik. Seperti produk sunscreen pada umumnya, gunakan sebelum keluar dan tunggu sekurangnya 15 menit, agar produk meresap dengan baik. Sempat skeptik, namun ternyata formulanya yang ringan tidak membuat saya badmood, berbeda dengan sunscreen merk lain yang pernah saya gunakan. Dengan wajah berminyak saya yang bandel, sunscreen ini amat friendly dan tidak merusak riasan. Sepertinya produk ini akan menjadi andalan saya untuk jangka panjang.
Jika masih terasa asing dan belum sepenuhnya percaya dengan Emina, mungkin harus segera ditepis. Hari itu di sebuah drugstore, saya sedang melihat-lihat makeup. Saya punya kebiasaan melihat label belakang makeup; bahan-bahan, tanggal kadaluarsa, instruksi tertentu, bahkan produsen. Darisitu saya terkejut juga kalau ternyata Emina, Wardah, dan Make Over adalah saudara. Well, ini cukup menjelaskan kenapa saat mencoba bedak Emina, saya seakan familiar dengan produk lain. Tidak perlu ditanya juga reputasi dan kualitas dua saudara Emina ini. Tentu Emina memiliki kapabilitas yang tidak jauh berbeda, in positive ways.
So girls, tunggu apalagi. Go get your sweet looking enhanced by Emina ;)
![]() |
| Counter Hartono Mall Jogja |
Akhirnya baru berani menghampiri saat dua teman dari kota sebelah datang dan minta ditemani ke stand emina. Kalau ramai-ramai begini tentu bisa lebih nyaman, dan ternyata spg emina (disebut Emina Girls) di tenant Hartono ini sangat ramah. Tidak seperti spg make up yang biasanya terkesan judgmental (sorry lol), Emina Girls cabang Hartono Mall sangat hangat. Dia juga memberikan saran dengan humble, seakan seperti kakak sendiri. Akhirnya para pelanggan menjadi lebih nyaman saat mencoba dan bertanya-tanya produk. Saya yang biasanya sangat berhati-hati dalam testing make up, disana menjadi luwes lepas, karena Emina Girls justru menyuruh saya untuk mencoba produknya langsung. Seperti eyeshadow ya silahkan dicoba di mata langsung, lipstiknya langsung di bibir, dan sebagainya. Mereka tidak memaksa dan sentimen, itu membuat saya dan teman-teman semakin membuka diri dan akhirnya mengenal baik produk-produk Emina.
Emina menarget para gadis muda untuk produknya. Dimana gadis-gadis ini masih awam dengan makeup, atau belum berani mengenakan makeup secara bold. Lepaskan Kylie Jenner, dia bukan patokan untuk bermakeup segar ala gadis muda. Be fresh and sweet, mungkin itu yang Emina gaungkan. Jadi tidak heran bedaknya sangat ringan, warna lipstik dan eyeshadownya juga pastel lembut. Cocok untuk digunakan sehari-hari seperti kuliah, kantor, atau hangout. Saya pribadi sangat klop dengan prinsip ini dan menjadikan lipstiknya senjata utama hampir setiap hari. Emina Girls juga lah yang memberi saya saran tentang warna lipstik yang cocok, sehingga wajah tampak segar bahkan tanpa
bedak sekalipun!
Untuk menunjang target pasarnya, Emina mematok harga yang sangat friendly. Sebagai contoh, salah satu produk lipstiknya yang saya gunakan sehari-hari, seri Creme de la Creme, hanya berkisar 30ribuan. Lipstik ini memiliki warna yang pekat, sekali pulas saja sudah dapat menutup dengan sempurna. Moisturizernya juga tinggi sehingga tidak membuat bibir kering
pada saat maupun sesudah pemakaian. Creamy namun tidak glosssy, seri Creme de la Creme ini cocok untuk daily use, bahkan kuliah sekalipun. Pada saat saya buru-buru dan tidak punya banyak waktu untuk memulas wajah, lipstik ini menjadi andalan. Dengan cermin kecil ditutupnya, rasanya bisa memulas dimanapun dan kapanpun ♡
Produk kedua yang saya miliki dari Emina adalah eyeliner crayon. EYEDO! merupakan eyeliner crayon dari Emina dengan tekstur yang pekat, pigmented, dan awet. Pengaplikasiannya juga terasa lembut dan nyaman di mata, cocok untuk anda yang sensitif atau memang belum terbiasa (dan belum pernah) menggunakan eyeliner pensil/crayon. Sebagai gadis aktif, eyeliner seperti ini sangat dibutuhkan. Keringat dan kondisi cuaca yang ekstrim (panas berlebih, hujan) tidak banyak merubah pulasannya di mata saya. Spesialnya, jika salah pulas atau ingin smudging, EYEDO! memiliki 'spons' di sisi lain pennya, berbentuk seperti ujung pensil yang tumpul dan lembut. Cukup pulas di bagian yang diinginkan, sama seperti penghapus karet dan pensil di kertas. Tekan agak tegas jika ingin menghapus, atau baur pelan-pelan jika ingin smudge. Dengan cara ini, EYEDO! bisa bertindak sebagai eyeshadow ♡
Mungkin karena masih tergolong baru, Emina memberikan bonus dengan syarat jumlah pembelian tertentu. Entah ini juga berlaku di tenant lain atau tidak, kemarin saya dapat sampel produk suncreen-nya. Mungkin ini hidayah juga, karena saya tidak pernah pakai sunscreen. Pakaipun hanya saat renang saja, dan itupun kalau tidak lupa bawa *lol* Formula sunscreennya cukup ringan dan meresap dengan baik. Seperti produk sunscreen pada umumnya, gunakan sebelum keluar dan tunggu sekurangnya 15 menit, agar produk meresap dengan baik. Sempat skeptik, namun ternyata formulanya yang ringan tidak membuat saya badmood, berbeda dengan sunscreen merk lain yang pernah saya gunakan. Dengan wajah berminyak saya yang bandel, sunscreen ini amat friendly dan tidak merusak riasan. Sepertinya produk ini akan menjadi andalan saya untuk jangka panjang.
![]() |
| Aplikasi lipstik & eyeliner crayon Emina |
So girls, tunggu apalagi. Go get your sweet looking enhanced by Emina ;)
Saturday, October 22, 2016
The Sims 2 "Please Insert Correct CD-Rom" Solved!
What’s more
shocking than a new notebook without game? My cat died, for sure. Since kid, I remember
to waste my time in front of computer to relieve stress or just simply have
fun.
One of my
favorite was The Sims 2. Even I grew up (badly, lol) this game still lurks on
my netbook. Until recently, I must bought a new netbook, and found out that I
couldn’t installed The Sims 2 properly. I even downgrade my Windows 8.1 version
into 7, and had no hope either. It keeps popped “Please Insert Correct
CD-ROM, select OK, and restart application”! I’ve put the right CD (with virtual
drive)countless time and had my mind blown with this fact. For a while.
I wanted to put a crack, but I had bad experience with it. So
I move along, tried any version of virtual CD (like Power Iso, Daemon) and
still lost. Several people stopped here and found it’s successful but not me. Yet
still, many has gives up. No i won’t. I keep trying, with support from
cheesecakes, red velvet cakes , (and sometimes) healthy-sour-taste breads, I’ve
survived.
The answer is just use Alcohol.
Forget the daemon and
Power Iso. The newest version aren’t compatible with our windows tho. But
Alcohol did. No i don’t mention about buying a bunch of bottle drinks and
loosen up your shits. It’s Alcohol 120% software by Alcohol-soft. A bit cute
name for a software, but it really helpful. My Sims 2 works with this. No worries
about versions, the newest one works for the game.
| Alcohol 120% interface |
Mount the CD (iso files or so) with Alcohol 120% and play
your game joyfully. There are free version for download (), but if you had spare money
please support the software. Have a nice day.
<<<<< DOWNLOAD LINK FOR ALCOHOL 120% FREE >>>>>>>>>>>>>>
http://www.alcohol-soft.com/designzoo/downloada120fe.html
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Friday, October 21, 2016
Kodrat untuk Tangis
Seringkali berkata pada diri sendiri, tidak ada gunanya menangis. Orang yang ditangisi tidak akan pernah mendengar atau mau mengerti. Kita cuma membuang waktu. Tapi, bukankah menahan sedih dan sakit dalam sendiri itu lebih membuang dan merusak diri sendiri?
Menangislah. Tuhan menciptakan tangisan bukan karena sebab. Manfaatkan kemurahan Tuhanmu, menangislah. Namun jangan tunjukkan tangismu pada orang lain. Tunjukkan hanya pada dirimu dan Tuhanmu, maka kamu telah menjadi orang yang kuat.
Menangislah. Tuhan menciptakan tangisan bukan karena sebab. Manfaatkan kemurahan Tuhanmu, menangislah. Namun jangan tunjukkan tangismu pada orang lain. Tunjukkan hanya pada dirimu dan Tuhanmu, maka kamu telah menjadi orang yang kuat.
Monday, October 10, 2016
H&M: Officially Opened at Yogyakarta!
Not a big fan of fashion and branded thingy, but I think this one
is worth to tell. It's H&M. Aku kurang tahu bagaimana cara membacanya disini. Eijh en em, atau ha en em, atau mungkin bisa ha dan em. Fyi, H&M adalah kependekan Hennes & Mauritz, line clothing multinasional yang semula lahir di Swedia tahun 1974. Outletnya sendiri sudah merambah di penjuru Asia, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan bahkan Afrika. Brand ambassador untuk line ini adalah David Beckham dan Kevin Hart (yang kemarin sempat berkesan bagiku karena mengisi
suara Snowball di Secret Life of Pet). Masyarakat Jogja histeris atas dibukanya tempat ini. Bahkan sebelum tempatnya resmi dibuka, aku sering memergoki orang bertanya kapan dibuka, dan detail2 lain pada official yang rajin berjaga. Bahkan booth voucher yang nangkring jauh sebelum toko dibuka resmi juga sering diburu.
Tahu pertama kali saat aku main ke Hartono Mall, sebuah mall yang menurut saya amat besar dan mewah, di utara Jogja. Letaknya strategis, di tepi ringroad utara. So yeah, aku yang tinggal di selatan Jogja, dekat dengan ringroad selatan, mainnya ke utara. Fab. Ini dikarenakan aku punya kelompok bermain game arcade di utara, dan (terpaksa) setia kesana.
Sepanjang aku berada di mall (untuk main dulu 2 jam, haha) aku melihat banyak orang lalu lalang dengan shopping bag putih beraksen merah. Waw nggak terbayang berapa puluh orang yang mengunjunginya dalam hari itu. Tidak sulit menemukan H&M. Dari parkiran basement, tinggal naik dua lantai dan voila, dia tepat berada di samping eskalator (jika naik dari eskalator depan Hypermart). Tempatnya panjang dan sparkling, dengan interior putih dan lampu yang gemerlap. Aku datang saat hari Minggu, dan bayangkan betapa riuhnya disana.
Pintu masuknya dijaga oleh security yang kece. Tidak tanggung, para pramuniaganya sepertinya juga diberi kebebasan untuk berekspresi dalam fashion. Dengan default polo shirt merah, mereka bebas mempadu padankan dengan helaian kain yang lain. Tidak hanya attire, servis mereka juga tanggap dan cepat dalam menangani produk yang sekedar berantakan atau out of stock. Jujur, saya memuji manajemennya. Tidak hanya pramuniaga yang meriah, seorang FDJ sedang meliuk-liuk ditengah toko, memberikan atmosfir trendy. Orang jadi penuh semangat dalam mengarungi toko. Entah ini berlaku juga saat weekday atau tidak.
![]() |
| Antusias masyarakat atas H&M |
Koleksinya jangan ditanya. Untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa tersedia disini. Mulai dari kaos kaki hingga topi, H&M berhasil memberikan pilihan yang luas. Desainnya
kerap unusual, namun tetap berkelas. Ada yang minimalis modern, tapi tidak membosankan. Well aku tidak bisa mengungkapkan dengan benar karena memang bukan orang fashion dan tidak paham terminologi fashion, lol.
Vouchernya sendiri memiliki sistem beli. Dan well, hanya untuk nasabah bank BCA. pembelian dengan kartu kredit BCA akan mendapatkan potongan harga 100ribu, dengan pembelian minimal 500.000. Sementara kalau pegang debit BCA, hanya dapat potongan 10% saja. Ini kesempatan yang bagus untuk sahabat BCA sekalian.
![]() |
| Voucher dapat dibeli di depan toko |
Untuk opening celebration, H&M Hartono Mall Yogyakatta memberikan penawaran harga istimewa. Kurang tahu sampai kapan, namun outletnya sendiri baru dibuka kurang dari seminggu ini, jadi sepertinya ada harapan bahwa promonya akan berlangsung lama. Happy shopping!
Wednesday, October 5, 2016
Hangat Bajigur di Rintik Riuh Jogja
Bicara soal kepindahan sementara saya ke Jogja untuk studi, saya sempat tertawa saat mereka punya kata2 kotor "bajigur" karena itu adalah sebutan makanan. Lebih tepatnya minuman khas Jawa Tengah. Bajigur, atau cimoy, merupakan minuman tradisional hangat berwarna kecoklatan dengan potongan kolang-kaling, kelapa muda, dan roti tawar. Manisnya gula jawa merebak di lidah, menjadikan bajigur sebagai teman disaat hujan yang paling berada.
Jujur saya belum tahu bagaimana rasa dan bentuk sesungguhnya dari bajigur. Serta apa dosanya, hingga dijadikan bahan umpatan. Meski banyak yang bilang bajigur gampang ditemui, nyatanya tidak ada warung yang menyediakannya. Beruntung saya tukang ngluyur malam, saya jadi menemukan bahwa di dekat kampus saya ada angkringan (gerobak makanan lengkap dengan kursi panjang dan menu2 sederhana) yang menjual bajigur disaat malam. Jadwal angkringan ini sangat random. Saya kerap menemukannya tidak berjualan, namun saat sudah standby, angkringan ini cukup banyak peminatnya.
Tidak ada menu minuman selain bajigur, angkringan ini tidak mengecewakan. Makanan yang dijual variatif. Sate ayam, sate usus, sate telor, bacem tahu tempe, aneka gorengan, dan beberapa jenis kerupuk. Nasi kucing (nasi bungkus dengan porsi sedikit dan sejumput topping) yang dijual meliputi nasi tempe, nasi sambal teri, dan nasi usus. Kadang juga ia menjual mie kucing. Begitu saya menyebutnya karena porsinya yang kecil dan dibungkus sama seperti nasi kucing. Sangat sederhana, namun ada yang istimewa.
Yoyakarta jarang mengolah usus. Mungkin itu yang saya dan
rekan, yang berasal dari Jawa Timur, mengeluh. Banyak-banyak usus hanya kami temukan dalam bentuk sate, dan berada di angkringan-angkringan. Namun di angkringan dekat kampus saya ini, nasi kucing ususnya istimewa. Tidak kering seperti angkringan yang lain, ususnya dibumbu agak basah, dengan rasa yang amat mirip seperti kare. Bukan seperti kare-kare Jogja yang mild, karenya lebih ke rempah yang kuat dan sedikit pedas. Tidak seperti Jogja yang terkenal masakannya manis dan mild, banyak orang memburu nasi usus disana. Bahkan partner saya bisa makan 3 atau 4 bungkus sekali datang!
Saya bukan tipe yang suka datang ke angkringan, karena kerap dijadikan tempat nongkrong laki-laki berkerumun. Well yes, saya takut dengan lelaki. Bahkan saya pernah digoda juga di angkringan, membuat saya akhirnya tidak nafsu makan. Tapi suatu sore, saya melihat seorang gadis remaja dan seorang bapak tua mendorong gerobak angkringan ditengah gerimis. Saya ingat keduanya merupakan pemilik angkringan bajigur dekat kampus yang pernah saya datangi karena penasaran dengan bajigur. Kedua orang ini menunggui angkringan hingga larut malam. Saya sempat khawatir dengan kondisi bapak tua yang sudah gemetar saat menyodorkan gelas, dan bagaimana si remaja bisa belajar dan konsentrasi sekolah jika harus seperti ini. Mungkin inilah yang mendorong kuat saya untuk terus membeli disana. Mendorong UKM, begitu yang saya kerap kali bilang ke teman-teman. Well, tapi ndak menyesal karena disana memang enak dan tidak mengecewakan. Namun sudah beberapa bulan ini kedua orang itu tidak lagi tampak. Berganti dengan bapak-bapak yang suka mengenakan topi. Ingin bertanya namun tidak enak, mungkin menunggu kesempatan.
Angkringan ini aktif sehabis maghrib-isya, dan setahu saya pukul 11 malam dia masih aktif. Dia berada di sebuah tenda kembar, bersebelahan dengan warung rica-rica (yang jadwalnya juga random hahaha). Berada kurang lebih 200 meter ke selatan dari Plengkung Gading, angkringan ini ditutupi dengan baliho BAJIGUR = CIMOY berwarna hijau. Dia tepat berada di seberang kantor UV INDO.
Sempatkan diri anda mampir dan menikmati syahdunya suasana Jogja dari kesederhanaan.
![]() |
| Lokasi angkringan dengan tanda X |
Subscribe to:
Posts (Atom)














